MENU





HOTEL PUSPITA

____________ hotel murah jogja

×
      Menu :
  Home
  Profil
  Harga Kamar
  Lokasi & Peta
  Hubungi Kami
  Fasilitas
  Benefit
  Galeri Photo
  Referensi
  Testimoni
  Tips
  Banner

  Menu :
 Home
 Profil
 Harga Kamar
 Lokasi & Peta
 Hubungi Kami
 Fasilitas
 Benefit
 Galeri Photo
 Referensi
 Testimoni
 Tips
 Banner

Kalender :

Statistik :
Hits    : 311825
Today : 86



Hotel Puspita
hotel murah jogja


Pengertian, penyebab dan mengatasi banjir

     Banjir mengancam, berita itulah yg banyak terdengar baik dari media radio maupun televisi saat musim hujan tiba. Permasalahan akut yg telah terjadi bertahun-tahun. Siap maupun tidak siap, kita harus melewati permasalahan itu.

     Untuk dapat mengurangi dengan signifikan maupun mengatasi banjir maka kita harus mengenal banjir itu sendiri. Banjir itu secara sederhana dpt didefinisikan sebagai naiknya air ke lingkungan tempat tinggal. Terjadinya banjir akibat volume air yg jatuh dari atas jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah tampungan, saluran dan resapan yg ada.

     Faktor-faktor penyebab banjir

  • Curah hujan yang tinggi
  • Penyumbatan atau pendangkalan aliran air (sungai dan selokan)
  • Penggundulan hutan
  • Kurangnya resapan

Dari keempat faktor diatas ada tiga faktor yang terjadi karena akibat ulah kita sendiri. Ketiga faktor itu yaitu penyumbatan/pendangkalan aliran air, penggundulan hutan dan kurangnya resapan. Ketiga faktor itu memiliki kemungkinan terbesar untuk mengakibatkan banjir.

     Penyumbatan/pendangkalan aliran air baik di sungai atau selokan terutama disebabkan karena pembuangan sampah/kotoran ke sungai atau selokan, pendirian rumah atau bangunan di pinggir sungai. Dengan adanya gangguan aliran tersebut maka air tidak bisa lancar menuju sungai atau laut yang mengakibatkan air naik dan menggenangi tempat tinggal. Cara mengatasi faktor ini yaitu perlu kesadaran diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah ke selokan dan sungai, bergotong royong membersihkan selokan dengan periode waktu tertentu. Dilakukan pengelolaan sampah oleh anggota masyarakat, salah satunya dengan adanya bank sampah baik sampah plastik, organik maupun minyak bekas/jelantah. Barang2 plastik dapat dibentuk menjadi produk baru seperti pot, polybag dan kreasi barang plastik lain yang bermanfaat. Sampah2 organik dapat digunakan sebagai pakan, energi maupun pupuk. Minyak bekas atau jelantah tidak dibuang tapi dikumpulkan, yg nantinya dapat digunakan untuk pembuatan sabun, biodiesel atau produk lain. Pemerintah juga melakukan pengerukan sungai yang sudah mengalami pendangkalan.

     Penggundulan hutan/tanaman banyak dilakukan karena alasan ekonomi baik secara perorangan maupun perusahaan besar. Penggundulan dilakukan dengan maksud diambil kayunya, pemakaian lahan utk keperluan yg lain, dsb. Tanaman dapat berfungsi utk menahan aliran air dan sekaligus juga untuk menyerap air baik sebagai pertumbuhan maupun penyerapan air ke tanah. Cara mengatasi faktor ini antara lain kesadaran kita untuk tidak menebang pohon, memberikan peringatan keras dan hukuman yang berat bagi penebangan hutan secara liar, melakukan reboisasi, dan membuat peraturan/perijinan yg ketat untuk penebangan pohon.

     Resapan air meliputi area/waduk resapan dan pekarangan tanah kosong. Saat ini terutama dikota2 besar, sebagian besar tanah pekarangan dan area resapan telah banyak dibangun menjadi jalan, tempat tinggal dan gedung dengan tidak ada penggantian resapan tsb. Lebih lagi tanah disekitar rumah atau gedung ditutup dengan paving, plester atau keramik. Oleh karenanya jumlah  resapan sangat banyak berkurang sedangkan air yang jatuh tdk jauh berbeda atau tetap maka terjadilah banjir.

     Dari gambar siklus air terlihat bahwa masih banyak tumbuhan, saluran air tidak terhalang, banyak tanah yang kosong dan area resapan masih utuh maka masih terjadi keseimbangan antara air yang jatuh dari atas dengan tampungan, saluran air dan resapan air sehingga tidak atau sangat jarang terjadi banjir. 

     Cara menanggulangi faktor berkurangnya area resapan yaitu perlu adanya aturan yang ketat untuk tidak menggunakan area resapan untuk keperluan lain dan jika memungkinkan di buat area resapan baru sebagai pengganti area resapan yang telah terpakai. Tetapi pembuatan area resapan ini membutuhkan dana yang sangat besar.

     Sedangkan untuk mengatasi berkurangnya resapan akibat penggunaan tanah kosong menjadi tempat tinggal atau gedung yang efektif adalah dengan biopori. Sebagai gambaran, saat ini tanah kosong yang sudah tertutup atau terpakai mencapai ribuan bahkan jutaan m2. Pembuatan waduk/area baru yang besarpun akan sangat sulit memenuhi kebutuhan untuk menampung dan meresapkan air. Pembuatan waduk memerlukan area/tanah yang luas yang sangat sulit didapatkan dikota2 besar. Dan juga untuk mencapai ke waduk tersebut maka perlu selokan yang besar dan banyak, jika selokan tidak cukup maka jalan atau daerah yang rendah akan digunakan air untuk mengalir ke arah waduk.

    Biopori merupakan cara yang sederhana, mudah dan efektif untuk menanggulangi banjir. Tapi keberhasilan penggunaan biopori ini ada ketentuannya yaitu harus dilakukan secara menyeluruh. Pembuatan biopori harus dilakukan oleh semua siapa saja yang menggunakan atau menutup permukaan  tanah untuk keperluan yang lain. Oleh karenanya bagi siapa saja yang menutup tanah maka harus bertanggung jawab untuk membuat biopori. Untuk jumlah biopori yang dibuat untuk tiap satuan luas, perlu informasi dari tim ahli atau peneliti.  Misalnya setiap biopori setara dengan tanah tertutup10 m2. Kita punya tanah 100 m2, bangunan 36 m2, tanah diplester 14 m2 maka total tanah tertutup 36+14=50 sehingga kita harus membuat biopori sebanyak 5 buah. Pembuatan biopori dapat dilakukan perseorangan maupun gotong royong. Misalnya setiap minggu di tiap RT bergotong royong untuk membuat biopori di 5 - 10 rumah maka dalam beberapa bulan saja sudah selesai. Begitu pula dengan jalan yang diaspal atau dipaving harus dibuat biopori2 dipinggir jalan.

     Biopori harus dilakukan oleh di semua tempat baik di kota yang berada di atas maupun kota yang dibawah atau dekat permukaan laut. Dengan pembuatan biopori yang sangat banyak dan merata di setiap tempat maka diharapkan akan mampu mengembalikan total resapan air yang berkurang akibat penutupan tanah. Manfaat lain pembuatan biopori yaitu mengembalikan air tanah yang setiap hari kita ambil untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Oleh karenanya kekuarangan air bersih dan penurunan permukaan tanah tidak terjadi.  

     Dengan usaha2 untuk mengendalikan penyumbatan atau pendangkalan aliran air, penggundulan hutan dan berkurangnya resapan air maka diharapkan dapat mengembalikan keseimbangan volume air yang jatuh dari atas dengan tampungan, aliran air dan resapan seperti dalam siklus air di atas atau saat masih belum ada pemukiman sehingga tidak terjadi atau sangat mengurangi banjir. Semua hanya akan terjadi jika dilakukan dan diusahakan dengan penuh kesadaran dari diri kita sendiri karena kepedulian kita kepada keluarga, saudara ataupun tetangga. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

    Informasi lengkapnya di website : jentayujayanegara.com




Kenyamanan Anda adalah Harapan Kami


Hotel Puspita | Hotel Murah Jogja
hotel murah jogja
Komentar Anda :
Aries :
cukup menarik...suatu saat saya ada di Jogja dan ingin bermalam lg di jogja saya akan mencari hotel ini. trimakasih

Wulan Qorny :
pernah backpackeran ke jogja bareng temen temen kampus dan memilih untuk stay disini... untuk ukuran bacpacker enak banget bahkan di luar ekspetasi,, rapih bersih, pelayanannya bagus,, nasi gorengnya enak...
Jaraknya juga lumayan deket dari halte trans jogja...
deket juga dari alun alun kidul,,
pokoknya recomended banget deh buat yg backpackeran

Desta Kristanti :
saya menginap disini bersama teman-teman.. Wah pertama kali masuk kamar, bener-bener bersih, AC nya juga dingin, terus TV nya juga nyala dengan baik dan lebih enaknya kamar mandinya gede banget dan bisa nyuci hahaha, jaraknya deket banget kalo mau kemana-mana, apalagi ke alun-alun kidul.. nasi gorengnya juga enak :) pelayanannya ramah. pokoknya recommen deh nginep disini.

wibowo :
emang paling enak ... servicenya memuaskan bgt

Dewi :
Cocok buat backpakers :)

shakila :
the best dah bwt puspita.....

Anto :

Hotel Puspita top banget, Hotel penuh kenangan, saat aku married seluruh keluarga besarku nginap di hotel ini, setiap aku ke Yogya selalu nginap disini, bahkan saat ini aku sudah stay di yogya masih suka nginap disini, pelayanannya bagus banget, mengenai harga tidak buat dompet kosong, hotel puspita recomended banget di jamin tidak mengecewakan



Novia :

Asik, bagus dan ramah bgt pelayanan, pokoke TOP BGT..

ditingkatkan lagi yah untuk team hotel puspita



edi krang ampel :
memuaskan ...
tiap tahun nginep di puspita
harusnya ada member dan dapat diskon dong

Andi :
Rekomendasi untuk beristirahat di Jogja

wahyu :
Hotel Bersih, fasilitas lumayan, tempat nyaman Harga terjangkau, recomended hotel

Widya Pratama :

Hotel ini menurut aku bagus, karena asri dan bersih..

apalagi receptionisnya juga baik bgt, pokoknya diservice abiiissss..

dan 1 lagi, untuk sarapannya bisa diantar lho ke kamar, sip bgt deh  apalagi harganya juga lumayan murah

cuma 1 yang kurang, tdk ada swimming poolnya, tapi untuk harga segitu cukuplah, sudah terbilang bagus bgt malah..




Taman

Kamar Tidur

Joglo

Receptionist

Tampak depan


hotel murah jogja